Tantangan perusahaan kedepan akan semakin menantang. Namun kondisi ini tidak untuk dihindari tapi harus dihadapi. Strategi yang tepat dibutuhkan agar perusahaan tetap sustain di masa mendatang.
Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Selasa (30/12), PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) menyelenggarakan Workshop Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja masing-masing Departemen agar sejalan dengan kontrak manajemen dan sasaran perusahaan yang dicanangkan pada tahun 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama IKSG Ahmad Zulaihan, Direktur Setyo Nugroho Haribowo, dan sejumlah pejabat BOD-1 dan BOD-2. Dalam sambutannya Dirut menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini sangat penting dalam rangka pembuatan peta jalan untuk perusahaan di tahun 2026. “Selanjutnya peta yang sudah disepakati harus pedoman dalam menjalankan kegiatan di tahun mendatang,” ujar Zulaihan.
Ditambahkan Dirut, pencapaian kinerja tidak hanya cukup hanya dengan menyusuan peta jalan atau strategi saja. Lebih penting dari itu adalah komitmen untuk menjalankan strategi. Kemudian secara rutin dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan yang sudah dijalankan. “Apakah masih on the track atau bahkan sudah menyimpang,” imbuhnya. Jika ada penyimpangan segera lakukan penyesuaian kembali atau adjust sesuai kondisi terakhir.
Dirut juga menyampaikan hasil penelitian para ahli yang menyebutkan bahwa hampir semua perusahaan (80%) sudah menyusun dan memiliki strategi. “Tetapi dari 80% perusahaan tersebut ternyata hanya 14% perusahaan yang bisa menjalankan strategi yang dibuat sebelumnya,” tegasnya. Dan IKSG harus menjadi bagian dari 14% tersebut yaitu sudah ditataran pelaksanaan strategi.
Sementara Direktur Setyo Nugroho Haribowo lebih menyoroti sudah alignment-nya paparan yang disampaikan masing-masing departemen dengan program kerja perusahaan. “Selanjutnya apa yang sudah dirumuskan ini dijadikan bahan bakar untuk mewujudkan rencana menjadi kenyataan,” katanya. Dan ini membutuhkan tidak hanya konsistensi tetapi juga disiplin dan kerja keras dari semua elemen perusahaan.
Selain itu, untuk meningkatkan agility perusahaan perlu adanya inovasi yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus. “Sudah terbukti perusahaan yang memiliki kelincahan dalam berinovasi akan bisa bertahan daripada yang tidak,” imbuh Setyo. Untuk itu, ia berharap inovasi dijadikan semacam kebiasaan bukan sebagai kewajiban, sehingga tidak terasa berat namun menghasilkan.
Penganugerahan IKSG Innovation Award 2025
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penganugerahan penghargaan kepada sejumlah Tim Inovasi IKSG tahun 2025. Tim yang dimaksud adalah Tim Spec Master (juara 1); Tim Sigma Bobin (juara 2); Tim Synergos (juara 3); dan Tim Boskie (juara Harapan 1). Tim-tim tersebut merupakan saringan dari 13 tim yang menyerahkan makalahnya kepada panitia IKSG.
Perlu diketahui Tim Spec Master juga ditunjuk menjadi wakil perusahaan untuk mempresentasikan idenya dihadapan BOD SIG pada Senin (15/12) lalu di Jakarta, bersama 4 inovator utusan perusahaan lain. Hebatnya, Tim Spect Master merupakan satu-satunya tim yang berasal dari Anak Perusahaan (AP) Non Cement yang menjadi finalis di event SIG Group Innovation Award 2025, yang semuanya didominasi AP Cement. Empat inovator lain yang bersaing ketat adalah tim inovasi dari PT Semen Gresik, PT semen Tonasa, PT. Semen Padang, dan PT Semen Indonesia GHoPO Tuban, tim Spec Master. “Bertepatan dengan HUT SIG pada 7 Januari mendatang insya Allah akan diumumkan juara SIG Group Innovation Award 2025. Mohon doanya semoga tim IKSG menjadi juara,” kata Pengelola Inovasi IKSG Sayekti. (sal)