IKSG melalui Unit Kerja Health, Safety, and Environment (HSE) menyelenggarakan Pelatihan Tanggap Darurat: Pemadaman Kebakaran dan Basic Life Support pada 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kesiapan karyawan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan kerja.
Dari Pembekalan hingga Praktik Langsung di Lapangan
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Utama IKSG, Ahmad Zulaihan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan. Menurutnya, respons yang cepat dan tepat tidak hanya berperan dalam meminimalkan kerugian, tetapi juga dapat menjadi faktor penentu dalam penyelamatan jiwa.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Basic Life Support (BLS) oleh dr. Rizki Ananta P. yang berlangsung di Gedung Serba Guna IKSG. Pada sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai tindakan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan medis, seperti henti napas dan henti jantung. Materi disampaikan secara sistematis dengan pendekatan praktis, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi tersebut.
Selain penanganan medis dasar, pelatihan juga mencakup pembekalan terkait teknik pemadaman kebakaran yang dilaksanakan di sebelah barat gedung pabrik. Peserta diperkenalkan pada berbagai metode penanganan api yang aman dan efektif, mulai dari pengenalan jenis-jenis kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga praktik pengoperasian sistem hydrant. Sesi praktik ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam mengendalikan api sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan praktis, sehingga karyawan tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
Salah satu peserta pelatihan, M. Masrur, menilai kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait penanganan kondisi darurat. Ia mengungkapkan bahwa sesi praktik menjadi bagian yang paling membantu, karena peserta dapat langsung mencoba penggunaan APAR dan sistem hydrant. “Dengan adanya praktik langsung, jadi lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dan merasa lebih siap jika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Komitmen Peningkatan Keselamatan Kerja
Melalui kegiatan ini, IKSG berharap seluruh karyawan dapat memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi serta kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan keterampilan yang dimiliki, setiap individu diharapkan dapat bertindak sigap, tepat, dan percaya diri ketika dihadapkan pada situasi kritis di lingkungan kerja.
Ke depan, Unit Kerja HSE IKSG berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan serupa secara berkala sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan berorientasi pada perlindungan seluruh karyawan.