IKSG berhasil meraih penghargaan Zero Accident yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam gelaran Apel Bulan K3 Nasional 2026, Rabu (14/1), di Stadion Tri Darma Petrokimia Gresik. Penghargaan ini menjadi bukti atas komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keselamatan kerja yang didalamnya catatan nihil kecelakaan kerja sejak tahun 1999.
Selain penghargaan Zero Accident, pada kesempatan yang sama IKSG juga mendapatkan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sektor Industri Kemasan, dengan skor pencapaian 96,99% untuk kategori tingkat lanjutan. Skor ini membuktikan IKSG memiliki konsistensi tinggi dalam penerapan SMK3 secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan di seluruh aktivitas operasional.
Dalam seremoni tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh stakeholder untuk menguatkan ekosistem pengelolaan K3 nasional yang profesional, andal, dan kolaboratif, sebagaimana tema yang diangkat tahun ini. “Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai luhur yang menjamin hak setiap pekerja untuk pulang dengan selamat,” imbuhnya.
Pencapaian dua penghargaan tersebut melanjutkan rekam jejak positif IKSG, yang secara konsisten menerima apresiasi di bidang K3 hampir setiap tahun. Konsistensi tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja secara disiplin dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa pencapaian zero accident merupakan hasil dari sistem dan budaya kerja yang dijaga berkelanjutan.
Dirut IKSG Ahmad Zulaihan, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh insan perusahaan. Menurutnya, menjaga catatan nihil kecelakaan kerja selama lebih dari dua dekade bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kedisiplinan, kepedulian, dan kerja sama yang terbangun secara konsisten. “Keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan kerja tetap aman,” ujarnya.
Dalam mendukung capaian tersebut, IKSG secara konsisten menerapkan berbagai upaya pencegahan kecelakaan kerja, mulai dari identifikasi dan pengendalian risiko pada setiap aktivitas operasional, penerapan prosedur kerja yang aman, hingga pelaksanaan inspeksi dan pengawasan secara rutin. Perusahaan juga secara berkelanjutan menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi K3 untuk memastikan seluruh pekerja memahami potensi bahaya serta langkah-langkah pencegahannya.
Budaya saling peduli dan saling mengingatkan menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan pencapaian zero accident. IKSG mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja, mitra kerja, serta manajemen untuk saling berkolaborasi dalam menerapkan standar K3 secara konsisten di seluruh aktivitas operasional.
Momentum Bulan K3 Nasional dimaknai perusahaan sebagai sarana evaluasi dan penguatan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Pencapaian zero accident sejak 1999 serta diraihnya penghargaan SMK3 dipandang bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai amanah untuk terus menjaga standar keselamatan kerja di masa mendatang.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keselamatan kerja melalui penyempurnaan sistem, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan budaya K3 di seluruh lini operasional. Dua penghargaan yang kembali diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh Insan IKSG untuk terus menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, demi mendukung keberlanjutan perusahaan dan perlindungan bagi seluruh pekerja. (sal)