Bertepatan dengan HUT SIG ke-13 tahun pada Rabu (7/1) diumumkan hasil kompetisi SIG Innovation Award 2025. Pada ajang inovasi di SIG Group tersebut, inovator PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) yang diwakili oleh Tim Spec Master memperoleh Juara 4. Bersaing ketat dengan perwakilan dari PT Semen Tonasa (juara 1), PT Semen Gresik (juara 2), GHoPO Tuban (juara 3), dan PT Semen Padang (juara 5).
Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Utama IKSG Ahmad Zulaihan menyampaikan penghargaan dan apresiasi terkait menggeliatnya budaya inovasi di IKSG. Namun ia mengingatkan bahwa inovasi harus bisa menyesuaikan dengan setiap perubahan. “Inovasi itu dinamis, harus agile, dan bisa mengikuti perkembangan zaman serta dinamika industri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulaihan berharap agar inovasi seperti yang dijalankan Tim Spec Master dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Tidak hanya sebatas seremonial, tetapi harus benar-benar bisa dimplementasikan di level pelaksanaan. Hal ini guna mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, serta agar perusahaan bisa sustain dan bertahan serta berkembang di tengah ketatnya persaingan industri kantong saat ini.
Keberhasilan Tim Spec Master di ajang IKSG Innovation Award dan berlanjut di ajang SIG Innovation Award, imbuh Dirut, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Insan IKSG lainnya untuk terus berani berinovasi, meningkatkan kualitas proses kerja, serta menciptakan solusi-solusi lain yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan dan grup secara keseluruhan.
Sekilas Tim Spec Master
Perjalanan Tim Spec Master hingga ke panggung SIG Innovation Award tidaklah singkat. Sebelum bertandang ke tingkat SIG Group, tim ini berhasil meraih Juara 1 pada IKSG Innovation Award 2025. Pada gelaran tersebut tim yang diketuai oleh Sutomo ini mengangkat tema Peningatan Mutu Kantong Woven 1 ply Pada Proses Laminasi dan Starkon untuk Menurunkan Defect Sebesar 50% dalam 9 Bulan.
Kemenangan tersebut mengantarkan tim ini menjadi utusan resmi perusahaan untuk bertanding di kancah yang lebih tinggi (SIG Group), bersama 14 inovator lain dari Anak Perusahaan (AP) cement dan AP non cement. Dari total peserta tersebut terpilih lima tim terbaik yang berhasil melaju ke babak final, dan Spec Master adalah satu-satunya tim inovasi dari AP Non Cement yang berhasil menembus persaingan tersebut.
Alasan kenapa tim ini mengambil tema perbaikan kualitas adalah karena selama ini ada permasalahan terkait kualitas produk khususnya woven. “Atas kondisi tersebut tim melakukan sejumlah analisis dan percobaan sampai akhirnya ditemukan critical point penyebab tidak maksimalnya kualitas produk dimaksud,” kata fasilitator Nalendra Permana.
Ditambahkan Nalendra, permasalahan defect yang selama ini menjadi tantangan utama dalam proses produksi diupayakan bisa ditekan secara signifikan. Hasilnya tidak hanya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu produk, tetapi juga berdampak pada efisiensi proses, pengurangan waste, serta peningkatan kepuasan pelanggan.
Salah satu trik yang dibagikan tim ini untuk meraih keberhasilan adalah kolaborasi antar anggota, konsistensi, dan evaluasi yang berkelanjutan. “Setiap langkah kami catat dalam logbook dan kami evaluasi sebabnya termasuk solusinya,” kata Ketua Tim Sutomo dalam sebuah kesempatan. Selain itu, pembagian peran yang jelas serta komitmen bersama menjadi kunci utama keberhasilan tim dalam mengembangkan dan mengeksekusi inovasi. Atas pencapaian tersebut, Tim Spec Master berhak memperoleh hadiah uang tunai yang diserahkan oleh BOD SIG bersamaan dengan perayaan HUT SIG ke-13 di Jakarta (7/1) lalu. Selain uang pembinaan, yang lebih penting adalah pencapaian ini menjadi motivasi tersendiri bagi tim dan seluruh karyawan perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan. (sal)